Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Maret 2013

SEL VOLTA ( GALVANI )


PENERAPAN SEL VOLTA ATAU SEL GALVANI
1.      Baterai kering (Sel Leclanche )
Sel Leclanche tergolong baterai sel primer. Terdiri dari suatu casing berbentuk silinder dari logam Zink yang berfungsi sebagai anode. Sebagai katode yaitu grafit yang ditanam dalam pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C) dan sedikit air. Reaksi yang terjadi dalm baterai kering:
Anode:  Zn (s)            Zn2+  +  2e
Katode: 2MnO2(s)  +  NH4- +  2e                   Mn2O3(s)  +  2NH3(aq)  +  H2O(l)
Amonia (NH3 ) yang terbentuk di katode akan bereaksi dengan sebagian ion Zink  (Zn2+) yang terbentuk di anode.
            Zn2+(aq)  +  4NH3(aq)             Zn(NH3)4  2+(aq)
Potensial satu sel Leclanche adalah 1,5 volt. Sel Leclanche disebut juga sel kering asam karena adanya NH4Cl yang bersifat asam.

2.      Aki
    Aki adalah jenis baterai yang banyak digunakan untuk kendaraan bermotor. Aki menjadi pilihan praktis karena dapat menghasilkan listrik yang cukup besar dan dapat di isi kembali. Sel aki terdiri atas anode Pb (Timbel = timah hitam) dan katode PbO2 (Timbel(IV) Oksida). Keduanya merupakan zat padat yang dicelupkan dalam asam sulfat. Kedua eletrode tersebut juga hasil reaksinya tidak larut dalam asam sulfat, sehingga tidak diperlukan jembatan garam. Tiap sel aki mempunyai beda potensial kurang lebih 2V. Aki 12V terdiri atas 6 sel yang dihubungkan seri.
    Aki dapat di isi kembali karena hsil-hasil reaksi pengosongan aki tetap melekat pada kedua elektrode. Pengisian aki dilakukan dengan membalik arah aliran elektron pada kedua elektrode. Pada pengosongan aki, anode (Pb) mengirim elektron pada katode, sebaliknya pada pengisian aki elektrode Pb dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus sehingga PbSO4 yang terdapat pada elektrode Pb itu direduksi. Sementara itu PbSO4 yang terdapat pada elektrode PbO2 mengalami oksidasi membentuk PbO2.
Reaksi pengosongan aki:
Anode : Pb(s) + HSO4-(aq)                 PbSO4(s) + H+(aq) + 2e
Katode: PbO2 (s) + HSO4-(aq) + 3H+(aq) + 2e                       PbSO4(s) + 2H2O(l)     +
             Pb(s) + PbO2 (s) + 2 HSO4-(aq) + H+(aq)                  2PbSO4(s) + 2H2O(l)
Selama reaksi pengosongan aki berlangsung, asam sulfat dikonsumsi dan dihasilkan air reaksi tersebut mengakibatkan kadar asam sulfat dalam larutan berkurang. Dengan demikian,rapatan atau masa massa jenis larutan juga berkurang. Aki bari diisi, mengandung larutan massa jenis sekitar 1,25-1,30g/mL. Apabila massa jenis larutan turun sampai 1,20g/mL maka aki perludiisi kembali. Keuntungan aki adalah dapat diisi ulang sedangkan kelemahan aki adalah karena beratnya dan bentunya yang besar.
            Reaksi pengisian aki:
Elektrode PbO2 sebagai anode
PbSO4(s) + 2H2O(l)                    PbO2 (s) + HSO4-(aq) + 3H+(aq) + 2e
Elektrode Pb
PbSO4(s) + H+(aq) + 2e                Pb(s) + HSO4-(aq)                                     +
PbSO4(s) + 2H2O(l)                  Pb(s) + PbO2 (s) + 2HSO4-(aq)  + 2H+(aq)
3.      Baterai litium
Reaksi elektrode dan selnya sebagai berikut:
Anode : Li                      Li+ + e
Katode: MnO2 + Li+  + e                  MnO2Li            +
Reaksi : Li + MnO2                     MnO2Li
Baterai Li-MnO2 mempunyai tegangan jepit 3,4 volt, tetapi turun menjadi 2 ,8 volt selama digunakan. Potensial baterai Li-MnO2 sekitar dua kali lebih besar dari pada potensial baterai kering biasa. Oleh karena massa jenisnya yang relatif kecil, baterai litium dapatmenghasilkan energi lebih dari dua kali lipatdibandingkan baterai kering biasa untuk massayang sama. Baterai litium juga dapat disimpanuntuk jangka waktu yang lama serta dapatmenghasilkan arus besar, sehingga baik digunakan untuk kamera.

PENERAPAN ELEKTROLISIS
Elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elekrolisis, listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan.
1.      Elektrolisis pada Pembuatan Rayon
Dalam pembuatan Rayon, diperlukan NaOH dengan kemurnian yang tinggi.
Reaksi yang terjadi dalam sel merkuri:
Anode: 2Cl-(aq)                 Cl2(g) + 2e
katode: Na+(aq)  +  e                     Na (dalam Hg)
Meskipun potensial reduksi (Eo) natrium lebih negatif dari pada potensial reduksi air, ternyata yang mengalami reduksi di katode adalah natrium. Hal ini terjadi karena overpotensial gas hidrogen pada elektrode merkuri sangat besar sehingga reduksi air menjadi lebih sukar. Natrium terbentuk di katode berupa larutan dalammerkuri.Dengan menggunakan pompa sirkulasi, larutan natrium dalam merkuri ini dialirkan ke bagian lain dan direaksikan dengan air,sehingga terbentuklah NaOH.
            2Na(dalam Hg) + 2H2O(l)                    2NaOH(aq) + H2(g)

  1. Elektrolisis pada Pemurnian Logam
Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan CuSO4 . Selama elektrolisis, tembaga terus-menerus dilarutkan kemudian diendapkan pada katode.
CuSO4(aq)                             Cu2+(aq) + SO42-(aq)
Katode: Cu2+(aq) + 2e                  Cu(s)
Anode : Cu(s)                Cu2+(aq) + 2e                                   
                            Cu(s)                 Cu(s)

Sabtu, 31 Maret 2012

protein


PROTEIN
Protein adalah polimer dari asam-asam amino dihubungkan dengan ikatan peptida.
ASAM AMINO merupakan asam karboksilat yang mengandung gugus NH2 (amino).
Asam amino bersifat amfoter artinya gugus amino (basa) sedangkan gugus karboksilat (asam) sehingga dapat bereaksi dengan asam ataupun basa.
Rumus struktur asam amino:
R-CH-COOH
     NH2
Berdasarkan letak gugus NH2 asam amino dibagi menjadi:
1.       Asam α amino : gugus amino terletak pada C alfa
contoh:
CH3-CH2-CH-COOH
                                    NH2

2.       Asam beta (β) amino : gugus amino terletak pada C beta
Contoh:
CH3-CH2-CH-COOH
        
         NH2

3.       Asam gama (ϒ) : gugus amino terletak pada C gama
Contoh:
CH3-CH2-CH-COOH
         
 NH2


ION ZWITTER
Dalam 1 molekul asam amino dapat terjadi perpindahan proton dari gugus amino sehingga membentuk ion kembar (ion zwitter).
Berdasarkan pembuatannya, asam amino dibagi menjadi dua yaitu:
1.       Asam amino esensial
Adalah asam amino yang tidak dapat disintesa atau diproduksi oleh tubuh makhluk hidup.
2.       Asam amino nonesensial
Adalah asam amino yang dapat disintesa atau dihasilkan oleh tubuh makhluk hidup.

A.      Contoh asam amino esensial:
1.       Arginina
2.       Fenil alanin
3.       Histidina
4.       Isoleusina
5.       Leusina
6.       Lisina
7.       Metionina
8.       Treonin
9.       Triptopan
10.   Valin

B.      Contoh asam amino nonesensial:
1.       Glisin
2.       Alanin
3.       Asparagin
4.       Asam aspartat
5.       Asam glutamat
6.       Sistein
7.       Glutamin
8.       Prolina
9.       Serin
10.   Tirosin
IKATAN PEPTIDA
Adalah ikatan yang dibentuk antara gugus alfa amino dengan gugus karboksilat (COOH).
Rumus ikatan peptida :
     O
-C -NH-



Jumat, 30 Maret 2012

kelimpahan unsur logam


Kelimpahan Unsur Logam
Mineral adalah zat yang berupa padatan, mempunyai komposisi kimia dan struktur kristal tertentu.
Bijih adalah deposit mineral yang kaya dengan unsur tertentu. Proses pengolahan bijih menjadi logam disebut proses metaluroi.
Pemanggangan adalah mengubah unsur sulfida menjadi oksida.
Batu bara mengandung karbon
ALOTROPI adalah peristiwA dimana didalamnya terdapat satu macam zat dalam berbagai bentuk.
a.       Enantiotropi adalah alotropi, dimana perubahan bentuk kristal mempunyai temperatur, peralihan tertentu (kedua bentuk krsital stabil)
Srhombis à Smonoklin
b.      Monotropi
Pmerah lebih stabil daripada Pputih
No.
Tipe Mineral
Rumus Mineral
Nama Mineral
Unsur Logam

Logam Bebas
Nama Logam
Ag, Au, Cu, Pt

1.
carbonat
MgCO3
Magnesit
Mg
FeCO3
siderit
Fe
CaCO3
Calsit/batu pualam
Ca
2.
Oksida
Al2O3
Bauksit
Al
Fe2O3
Hematit
Fe
Fe3O4
Magnetit
Fe
MnO2
Pirolusit/batu kawi
Mn
SnO3
Kasiterit
Sn
3.
Sulfida
FeS2
Pirit
Fe
Cu2S
Kalkosit
Cu
Ag2S

Argensit
Ag
NiSFeS
pentlandit
Ni, Fe
4.
Silikat
ZrSiO4
Sirkonit
Zr
NaAlSi3O6
Albit
Na, Al
5.
halida
CaF2
Fluorit
Ca
Na3AlF6
kriolit
Na, Al
6.
Sulfat
BaSO4
Barit
Ba
CaSO4
Anhidrit
Ca
PbSO4
Anglesit
Pb
CuFeS2
Kalkopirit
Cu, Fe
MgSO4
Epsomit
Mg